Kamis, 09 Desember 2010

Fakta Tentang Kaum Kost-ers [Part I]

                                    sekedar buat nge-share aja buat loe para anak kost dimanapun loe berada yang merasa  senasib dan sepenaggungan. Di postingan kali ini gue pengen ngomongin masalah pengeluaran kita sebagai anak kostan.

Mungkin perhitungan ini sulit di percaya, tapi ini adalah fakta yang benar – benar terjadi. Boleh percaya apa tidak, tapi ini adalah kenyataan. Mungkin dari perhitungan gue ini bisa aja lebih tinggi, tapi bisa juga jadi lebih rendah. itu semua tergantung dari gimana caranya lo ngelola keuangan loe masing-masing, Hemat atau Boros.

Biaya standar (primer):
  1. Biaya makan sehari-hari anak kost, jika disama ratakan Rp. 7.000,- sekali makan. Sehari 2x makan (pagi dan malam) total per hari sama dengan Rp. 12.000,-. Dalam sebulan jika disamakan 30 Hari maka 1 bulan menghabiskan Rp. 360.000,-
  2. Biaya belanja bulanan. Setiap bulan, melakukan belanja keperluan bulanan seperti sabun dan lain – lain. bisa mencapai Rp.100.000,- (tapi, bisa aja lebih dari ini)
  3. Biaya kamar kost, ada berbagai macam biaya kost yang hitungannya per tahun, tergantung dengan lokasi dan fasilitas serta ukuran kamar yang diberikan. rata-rata Rp. 4.000.000,- per tahun. Atau sekitar Rp. 350.000,- per bulan.(itungnya di buletin aja)
Jika melihat perhitungan di atas, kebutuhan primer saja perbulan bisa mencapai (360.000 + 100.000 + 350.000) =  Rp. 810.000,- per bulan

Biaya sekunder :
  1. Biaya pulsa dan internet, jika berlangganan internet bulanan Rp. 200.000,- dan rata- rata penggunaan pulsa Rp. 50.000,- per bulan. Totalnya Rp. 250.000,- per bulan.
  2. Biaya bahan bakar kendaraan, terutama mahasiswa yang jauh dari kampus, dan naik ankot (kaya gue ini). Jika tidak pernah atau jarang melakukan perjalanan (hanya kost – kampus). Rata – rata Rp. 120.000,- per bulan.
  3. Biaya fotokopi, buku dan cetak, tergantung dari setiap mahasiswa. Rata – rata Rp. 100.000,- per bulan.
Dari perhitungan sekunder, bisa didapatkan total per bulan untuk biaya sekunder (250.000 + 120.000 + 100.000) = Rp. 470.000,- per bulan.

Perhitungan di atas adalah rata – rata dan perkiraan (sesuai pengeluaran gue dan menggunakan nilai – nilai perkiraan). Akan mendapatkan total pengeluaran keseluruhan (primer dan sekunder) adalah Rp.1280000 ,- per bulan (nilai ini berbeda setiap mahasiswa tergantung bagaimana manajemen keuangannya dan hemat tidaknya).
Nilai sebesar Rp. 1.280.000,- per bulan itu belum termasuk biaya jajan, makan fastfood, biaya parkir, biaya laundry (jika malas nyuci), biaya jalan – jalan, biaya belanja lain, biaya nonton, biaya tiket masuk (pameran mungkin), dan biaya rokok (bagi yg ngerokok) dan lain sebagainya. (pusing kan loe, gue aja pusing)
Mungkin sebagian dari kita, tidak pernah memperhitungkan angka tersebut, tapi mungkin ada juga yang membuat pembukuan pengeluaran bulanannya. Tapi angka tersebut sangatlah besar. Jika semua pengeluaran ditutup. dan anggap aja semuanya -> Rp. 1.300.000,- x 12 bulan = Rp. 15.600.000,-
FAKTA:

Rp. 15.600.000,-

  • Cukup untuk beli motor . CASH, atau
  • Bisa untuk beli 2-4 Netbook. CASH, atau
  • Bisa untuk beli DSLR + lensa. CASH, atau
  • Bisa Naikin Haji mama papa, Kredit tapi, atau
  • Bisa untuk beli permen (@Rp. 500,-) sebanyak 31.200 butir. ha ha ha….
 Itu semua bukan rekayasa. Tapi fakta.
Kalo geu boleh ngasih saran, buat loe cowok yang ngekos kaya gue ini, Baiknya kita nyari cewek yang tajir dan si cewek kuliah pada jurusan ekonomi manajemen atau akutansi, karena selain kita bisa di jajanin,  si cewek juga bisa nerapin ilmunya tentang manajemen keuangan dan bisa bikin buku laporan keuangan bulan kita, dan pengeluaran kitapun bisa stabil hahahahaha....  :D (sayangnya gue belum dapetin yg kaya begitu)

Ok, Sekarang loe mikir nggak orang tua kita di kampung. gimana caranya dia dapetin duit buat ngirimin kita disini, banting tulang, sempoyongan, keringetan, lelah. Kasian banget kan..? sementara kita disini, apa yang kita lakuin mereka nggak tau, yang mereka tau adalah bahwa anaknya disini sedang belajar dan menuntut ilmu demi menggapai cita-citanya. Mereka cuma bisa ngedoain dan ngasih semua yang mereka punya supaya anaknya berhasil. Mulai sekarang, Ayo berubah ! kasian orang tua kita disana.

3 komentar:

  1. nice article gan,
    I like it..!!!!

    BalasHapus
  2. sip gan,
    ente anak kostan juga?
    kos-kosters dong,
    kwkwkwk...

    BalasHapus
  3. hebat perhitungannya, jadi mikir panjang gan

    BalasHapus