Kamis, 22 November 2012

Sumber Energi Alternatif Karya Anak Bangsa

Tipis ozon berlubang
Debu kosmik hujan asam
Matahari tiada tirai
Bakal bunga tak mekar
Daun-daun berlubang
Tak berputar energi
Wajah bumi menangis
Sedang kita tak mengerti


Kalimat diatas merupakan penggalan dari lirik lagu dari sebuah Band Indie di Indonesia, Efek Rumah Kaca Band. Lirik dari sebuah lagu yang berjudul sama dengan nama band tersebut "Efek Rumah Kaca". Penggalan lirik ini menggambarkan sebuah kenyataan yang bersama kita hadapi dan telah benar nyata terjadi akibat pemanasan global dan ketidak seimbangan ekosistem yang ada di bumi. Penyebabnya sudah sangat gamblang kita ketahui, apa bila di jabarkan satupersatu tentunya akan sangat panjang. Intinya, pemanasan global terjadi akibat aktivitas manusia di dunia, pertambahan populasi penduduk, serta pertumbuhan teknologi dan industri.
Aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global ini salah satunya adalah konsumsi energi bahan bakar fosil, sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Penggunaan sumber energi fosil ini salah satunya pada bidang industri yang sejatinya menjadi peyumbang emisi karbon terbesar, sedangkan di sektor transportasi menempati posisi kedua. Emisi karbon dari hasil pembuangan bahan bakar fosil ini mengakibatkan dampak yang sangat berbahaya, seperti penggalan lirik lagu diatas, "Tipis ozon berlubang, debu kosmik hujan asam" Menyeramkan !. Penggalan lirik ini memaksa saya untuk nyaris percaya soal ramalan suku Maya bahwa 2012 akan benar terjadi kiamat, entahlah. Tapi dalam keyakinan saya semua itu keputusan Tuhan dan manusia tidak bisa menerka.


Apa Yang Harus Kita Lakukan?
Apa yang mustinya kita lakukan untuk meghadapi efek dari Gobal Warming ? mulai dari diri sendiri. Merubah pola hidup yang sebelumnya tidak ramah dengan alam menjadi perilaku yang ramah alam dan lingkungan. Mulailah dari yang terkecil, menanam pohon, mengurangi penggunaan kertas, mengurangi penggunaan listrik yang tidak penting, hemat menggunakan bahan bakar untuk kendaraan dengan menggunakan kendaraan umum atau mungkin menggunakan sepeda. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sumber energi alternatif

Sumber Energi Alternatif
Merujuk pada salah satu berita VOA yang berjudul Peneliti Michigan Ubah Lumut Jadi Minyak Mentah dalam 60 Detik, sontak membuat saya sedikit terpelongok, begitu hebatnya kah? ini adalah buah dari ilmu pengetahuan. Manusia bisa begitu kreatif merubah lumut menjadi minyak mentah hanya dalam sekejap. Para peneliti di Universitas Michigan menemukan cara untuk mengolah lumut menjadi biofuel (bahan bakar biologis) dalam waktu kurang dari satu menit. Biofuel atau bahan bakar hayati adalah bahan bakar yang berupa padat, cair ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian. 

Sumber Gambar 
Kalau di kaji secara ilmiah, sumber energi yang berasal dari energi fosil yang berupa minyak tanah, bensin, solar dan seterusnya merupakan sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Menurut teori Biogenesis (organik) "minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan mebentuk lapisan dalam perut bumi".
Minyak bumi yang proses pembentukannya memerlukan waktu berjuta-juta tahun, ditangan para ahli hal ini menjadi suatu yang tidak mustahil dilakukan secara singkat. Jadi, dengan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli di Universitas Michigan adalah suatu terobosan baru yang luar biasa dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan tidak mungkin penelitian ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk kemaslahatan manusia yang saat ini sangat konsumtif dalam penggunaan bahan bakar guna memenuhi kebutuhannya. Menurut Profesor Savage yang melakukan penelitian ini bersama mahasiswa doktoralnya berharap nantinya "biocrude lumut" dapat menjadi energi biofuel alternatif dan dapat digunakan secara masal seperti dalam pengguna untuk bahan bakar mobil dan pesawat. 


Perkembangan Energi Alternatif di Indonesia
Kalau di luar negeri sudah banyak melakukan penelitian dan pengembangan untuk menemukan sumber energi alternatif baru pengganti bahan bakar fosil seperti yang dilakukan di Universitas Michigan dengan "biocrude lumut" nya. Indonesia juga tidak kalah banyak melakukan penelitian untuk menemukan sumber energi alternatif. Walaupun sumber energi fosil di Indonesia berlimpah, dari data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukan bahwa persediaan minyak mentah Indonesia yaitu sekitar 9 milyar barrel, dan dengan laju produksi rata-rata 500 juta per tahun, persediaan tersebut akan habis dalam 18 tahun. Ketergantungan Indonesia khususnya dalam penggunaan terhadap minyak bumi ini salahh satu cara mengatasiinya adalah dengan pengembangan sumber energi alternatif.

Tumbuhan Jarak Pagar "Green Fuel"
sumber gambar 
Saya teringat kepada salah satu dosen saya Bernama Bapak Amoranto Trisnobudi, dia pernah bercerita bahwa dia sedang melakukan penelitian dan pengembangan bersama beberapa guru besar di Universitas di Jawa Barat tentang energi alternatif yang di manfaatkan dari tumbuhan Jarak Pagar, Setelah saya cari tahu dari beberapa sumber , tumbuhan jarak pagar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. tumbuhan biji jarak pagar apabila di proses memiliki potensi besar untuk di kembangkan dan di pakai sebagai pengganti kebutuhan dasar bahan bakar minyak secara keseluruhan di indonesia. Bayangkan bila pemerintah Indonesia serius dalam pengembangan energi alternatif ini sepert meberi fasilitas bagi para peneliti dan berinvestasi untuk pengembangan sumber energi alternatif ini khususnya untuk tanaman jarak, mungkin kita tidak akan tergantung lagi pada penggunaan bahan bakar fosil dan akan beralih dengan menggunakan energi alternatif dari tumbuhan jarak yang diberi nama "Green Fuel".

BBM dari Limbah Plastik 
sumber gambar
Selain pemanfaatan tumbuhan jarak, Pelajar Indonesia yang tidak kalah berprestasi melakukan penelitian yang sangat bermanfaat adalah. Siswa SMA Muhammadyah 2 Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menciptakan alat daur ulang limbah plastik menjadi sejenis bahan bakar bensin. Sama hal nya seperti yang dilakukan oleh sebuah perusahaan di AS yang mengubah plastik menjadi bahan bakar, dalam berita VOA  Plastik Dapat Gantikan BBM di AS. Kegiatan selain berpotensi untuk menguragi limbah plastik juga diharapkan dapat mengatasi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak.

Prosesnya adalah dengan memanfaatkan "Hukum kekekalan Energi" yang menyatakan bahwa energi berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, tetapi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Sampah plastik diolah secara ilmiah sedemikian rupa hingga menghasilkan bahan bakar yang dapat di manfaatkan. Dengan pengembangan daur ulang limbah plastik ini selain dapat mengurangi limbah plastik juga bisa menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Dari Penelitian ini seorang siswa SMA Muhammadyah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, mendapatkan juara satu lomba Innovative Material Engineering Competition 2012 tingkat SMA di ITS Surabaya. Menurut saya ini adalah prestasi yang sangat membanggakan ditengah pemberitaan yang kebanyakan cuma menyoal tentang kekerasa seperti tawuran.

Memanfaatkan Urine Sebagai Energi Aternatif
menuru saya yang tidak kalah keren dan membanggakan adalah, prestasi yang di torehkan oleh dua pelajar Indonesia. Nando dan Nurul Inayah berhasil menyabet emas di "Young Inverter Project Olimpiade" di Georgia berkat karya ilmiahnya yang memanfaatkan "Urine manusia" sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak, teknologi ini dinamakan Photo Electro System. Iya, Urine Manusia ! Urine manusia bisa dijadikan sumber energi alternatif, memang terdengar mustahil, tapi inilah yang di buktikan oleh dua pelajar berprestasi Indonesia ini.
sumber gambar


"Penelitian yang dilakukan selama 3 bulan. memanfaatkan listrik tenaga surya dan kencing manusia atau urine menjadi hidrogen yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan mobil, Dengan menggunakan bahan bakar urine, mobil mampu melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Maksimal 1 liter urine menghasilkan listrik untuk melaju sejauh 17 kilometer. Adapun prinsip kerjanya, listrik bertenaga surya disimpan dalam baterai dan dimanfaatkan untuk menggerakkan motor 75 persen, sisanya digunakan dalam proses elektrolisasi. Dengan alat elektrolizer tersebut elektrolit berupa urine menghasilkan gas hidrogen dan nitrogen sebagai limbah dilepas ke udara. Satu liter urine membutuhkan waktu selama 1,5 menit."

Dari temuan ini, saya membayangkan nantinya yang akan terjadi adalah, di SPBU yang ada di pinggir jalan akan sepi pengunjung, para pengguna kendaraan lebih memilih ke toilet untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Bahkan, mungkin apabila temuan ini benar-benar telah di sempurnakan maka saat orang-orang ingin buang air besar malah justru urine yang di keluarkan akan di bayar.

Hasil karya anak bangsa yang menakjubkan ini mustinya harus ada yang memfasilitasi. Disinilah peran aktif dari pemerintah sangat diharapkan. Dari segi investasi dan pendanaan kegiatan penelitian, regulasi dan fasilitas untuk melindungi hasil karya intelektual dengan mempermudah pengurusan hak paten juga perlu di mudahkan agar nantinya kekayaan intelektual anak bangsa bisa di akui negara dan dunia. Serta bisa menuai nilai ekonomis dan memajukan kesejahteraan bagi para penemu dan masyarakat yang ikut memanfaatkannya.

Dengan melakukan pola hidup yang ramah lingkungan dan berusaha menemukan serta memanfaatkan sumber energi alternatif ini diharapkan akan bisa mencegah efek gloabal warming. Disinilah pentingnya kesadaran dari kita untuk mau merawat, mau melestarikan, mau menjaga dan mau menyayangi bumi kita agar tercipta kehidupan yang nyaman dan asri.


2 komentar:

  1. PT. Citra Nusantara Energi sebagai distributor Gas Alam cocok digunakan di Industri/alat transportasi pribadi/umum. AMAN, LEBIH RAMAH LINGKUNGAN & HARGA BERSAING. For more info CALL (031) 8550858 or klik http://cne.co.id/ atau geratih.blogspot.com :)

    BalasHapus
  2. ijin kopas ya,, aku cantumin alamat blognya lengkap,,
    terimakasi

    BalasHapus