Minggu, 15 April 2012

Ganja Dilegalkan Untuk Pengobatan, Indonesia Juga Harus Bisa Lebih Dari Itu (Belajar Memahami Sebelum Langsung Membenci)

Anggapan sebagian besar warga di negara kita Indonesia bahwa ganja (Cannabis Sativa) atau marijuana yang selama ini kita ketahui lebih banyak mudarat daripada manfaat sebetulnya hanya anggapan yang tidak berdasar. Kita termakan dengan penjelasan dan informasi yang tidak jujur soal ganja. Andai saja kita coba untuk terlebih dahulu memahami sebelum langsung mebenci tanpa tau dasar dan fakta yang benar soal ganja. Selama ini informasi tentang ganja yang kita dengar hanya menyoal tentang manfaatnya yang disalah gunakan orang dengan menghisap linting daun kering dari ganja. Padahal ada banyak sekali manfaat yang terkandung pada tumbuhan ini, mulai dari akar, dahan, batang, biji dan daun dari tumbuhan ini mempunya nilai manfaat sangat besar yang dalam sejarahnya telah lebih dari 12000 tahun telah menyuburkan peradaban manusia. Sayangnya anugerah yang diberikan tuhan pada tumbuhan yang punya beribu manfaat ini malah dinafikan oleh segelintir orang dengan memasukan ganja menjadi golongan 'narkotika', terlebih lagi melebelkan ganja sebagai 'barang haram'. Dengan ini hendaknya mulai saat ini kita bersama-sama membuka wawasan dan belajar lagi soal tanaman ajaib ini agar kita tidak membenci bahkan menghujat tanpa tau alasan dan dasar yang jelas.

Saya tertarik pada salah satu berita VOA yang berjudul Penjualan Ganja untuk Pengobatan - Laporan VOA 12 April 2012  . Disini dijelaskan bahwa di Amerika Serikat meski penggunaan, transaksi dan budidaya tanaman ganja dilarang, namun ada pengecualian di beberapa negara bagian AS khusus untuk keperluan medis. Prospek bisnis ganja di AS dalam hal pemanfaatannya dalam bidang medis sangat bagus hingga mencapai nilai 1.7 Milyar Dolar melalui pajak pada tahun 2011. di Washington Dc dan 16 negara bagian di Amerika Serikat penggunaan ganja dalam bidang medis telah di legalkan dalam pemnggunaan salahsatunya untuk mengurangi rasa sakit termasuk HIV Aids dan kanker. Dari hasil study yang dilakukan oleh para ahli telah membuktikan bahwa sebetulnya penggunaan ganja tidak sebahaya dibanding degan rokok dan alkohol, itulah sebabnya para aktifis di negara bagan di Amerika Serikat gencar melakukan lobi agar mendapat kelonggaran peraturan seperti regulasi rokok dan alkohol dengan dikenakan pajak yang akan menjadi pemasukan negara dan penggunaannya dibatasi hanya bagi orang dewasa.



Salah satu yang menarik dari berita VOA tentang Penjualan Ganja Untuk Pengobatan ini adalah, keterbukaan yang telah diterapkan oleh warga AS. Terlihat dari sebuah gerai yang khusus menjual ganja dan keperluan budidaya tanaman ganja mulai dari bibit, pupuk dan segala macamnya untuk keperluan medis, gerai ini terletak hanya beberapa mil saja dari gedung putih dan bangunan federal. Ini merupakan langkah nyata pertama yang dilakukan warga Amerika. 

Di Indonesia banyak mitos-mitos menyesatkan soal ganja, inilah yang menjadi salahsatu penyebab masyarakat kita memandang sebelah mata untuk tumbuhan ajaib ini tanpa tau manfaat dan kegunaannya. 
Ada yang beranggapan bahwa ganja sekarang berpotensi lebih berbahaya, padahal sejatinya ganja yang tumbuh sejak zaman dahlu dengan ganja yang tumbuh sekarang adalah sama. sebetulnya marijuana cukup berfariasi secara substansial dalam potensi menghasilkan efek pisikoaktif yang berbeda-beda. pendapat bahwa ganja sekarang berpotensi berbahaya karena adanya sampel THC rendah yang di sita oleh Drug Enforcement Administration digunakan untuk menghitung adanya potensi peningkatan yang dramatis. Tetapi sampel ini tidaklah mewakili ganja secara umum yang ada sekarang.
Ganja lebih merusak paru-paru dibanding tembakau. memang benar kalau dalam asap yang di keluarkan dari linting ganja mengandung sejumlah iritasi dan karsionogen yang efeknya sama dengan tembakau. tetapi dalam hasil study yang pernah dilakukan para ahli bahwa tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa pengguna rokok ganja mengalami kanker paru-paru yang di akibatkan semata-mata karena sebab penggunaan ganja. Tidak seperti pengguna berat rokok tembakau, pada perokok berat ganja tidak menunjukan adanya penyumbatanjalan napas paru-paru.  
Anggapan bahwa Ganja menyebabkan kerusakan mental, sebetulnya memang pada pengguna ganja akan mengalami tekanan psikologis seperti perasaan panik, gelisah dan paranoia hanyalah efek sementara dan tidak menyebabkan perubahan besar dalam perilaku orang dari penggunaan ganja yang berlebihan. Ini pun sebenarnya jarang terjadi, walaupun penggunaannya dengan cara dimakan atau di hisap seperti rokok. 
Ganja adalah jalan menuju narkoba?. Sebenarnya ini hanya soal perbedaan cara pandang yang sebetulnya kita dari awal telah di dokterinisasi tentang efek negatif ganja tanpa tau manfaat besarnya. di Indonseia ganja menjadi golongan narkotika golongan rendah, itulah sebabnya ganja dianggap sebagai jalan awal menuju narkoba. Itulah sebabnya bagi para pengguna narkoba extacy, sabu, kokain, heroin dan segala macamnya cenderung ikut menggunakan ganja. Dan itu membuat pandangan kita terhadap ganja makin negatif.
Bahaya ganja telah terbukti secara ilmiah. padahal banyak hasil studi yang menyebutkan ganja lebih banyak manfaat di bidang medis. Dalam sejarahnya, Cina telah menuliskan dalam sebuah buku yang berisi daftar obat-obatan, disebutkan kalau ganja digunakan dalam kegiatan medis dalam terapi pharmacopoeia hingga kaisar Cina Shen Nung (2737-2697 SM) menyebutkan bahwa ganja adalah 'Super Herb' yang diyakini sangat manjur dan mujarap. Di Mesir ganja digunakan juga sebagai obat penyembuhan penyakit mata. Orang Yunani kuno menggunakan ganja sebagai obat untuk menyembuhkan peradangan, penyakit telinga dan edema (pembengkakan bagian tubuh karena penggumapalan cairan). Selain dalam bidang pengobatan, ganja juga digunakan oleh umat Islam telah menggunakan serat ganja dalam produksi kertas pertama di Eropa. Ini adalah penggunaan ganja sebagai sumber terbarukan untuk serat kertas.

Dari bayak mitos yang tidak benar ini kita sudah dipaksa menutup fikiran kita mengenai manfaat ganja. Indonesia yang katanya termasuk 10 negara penghasil ganja terbesar nomer 6 di dunia dan ganja yang dihasilkan dari tanah Indonesia termasuk dalam kualitas terbaik dan nomer 1 di dunia. Seharusnya kita bisa mengambil manfaat dari keadaan ini. Dengan mengadaptasi peraturan yang diberlakukan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang pemanfaatan ganja di samakan dengan dikenakan pajak seperti pada pajak tembakau dan Alkohol negara kita akan menerima pendapatan yang luar biasa besar. Pendapatan ini nantinya mungkin nantinya dapat di pergunakan dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur negara kita. Tidak hanya menuai pendapatan dari sektor pajak, pemanfaatan yang maksimal bisa kita raup dari sektor medis danindustri. 

Pemanfaatan Ganja di Bidang Medis
Dalam jurnal-jurnal medis dan study yang dilakukan para ahli menyebutkan bahwa khasiat yang terkandung dalam ganja jika di proses lebih jauh dapat digunakan sebagai pengobatan Alzheimer, glukosa, HIV/AIDS, asma, Kanker, Distonia, Epilepsi, Tuberkulosis, Sindrome Tourette, Osteoporosis, Kardiovaskular, Diabetes dan masih banyak lagi. Dan ini jika dimanfaatkan baik oleh negara kita Indonesia maka berapa banyak manusia Indonesia yang dapat sembuh penyakitnya. berapa banyak pasien terselamatkan, berapa banyak dokter yang terbantu, berapa banyak pendapatan negara dari pemanfaatan ganja tersebut. 
Sebetulnya pengolahan ganja tidaklah perlu mengguakan alat yang mutakhir, saya pernah memegang langsung daun ganja ini dan jika di gosok dengan tangan maka akan mengeluarkan cairan minyak, orang meyebutnya minyak itu dapat di usapkan di kepala untuk menyembuhkan sakit kepala/migran. Sesederhana itu daun ganja dapat bisa dengan mudah di manfaatkan. Tumbuh dan berkembang dengan mudah di jenis apa saja. Tapi kenyataanya, yang orang tau dari ganja adalah sebatas 'cimeng' begitu tertutupnya fikiran kita.

Pemanfaat Ganja di Bidang Industri
Serat ganja adalah serat pakaian yang memiliki kualitas terbaik dalam pembuatan baju perang dan parasaut dikala zaman kerajaan dahulu. Dan dalam sejarah Amerika serat ganja telah dipakai dan terbukti hingga kini, serat ganja dalam varian Hemp digunakan sebagai kertas untuk menuliskan "Declaration of Independence" dan kertas itu terbukti masih kuat sampai 300-400 tahun hingga kini, padahal kertas biasa yang bahan bakunya dari kayu biasa hanya tahan hingga 50 tahunan. Bayangkan jika pemanfaatan ini di terapkan oleh Indonesia, kita tidak perlu lagi menebang hutan yang menjadi sumber oksigen bagi kita hanya untuk membuat kertas, ganja mungkin bisa menjadi alternatif pengganti yang menjajinkan. Selain kertas, protein yang terkandung dalam ganja bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan bermanfaat bagi tubuh. Kandungan asam linoleat (omega-6) dan asam alfa-linoleat (omega-3) sangat sesuai dengan kebutuhan gizi manusia. Dan sebetulnya ini sudah dilakukan oelah sebagian rakyat Indonesia khususnya di Aceh dengan menkonsumsi daun Ganja menjadi bahan makanan dengan di olah secara sederhana menjadi pengganti sayur-mayur. selain itu benih biji Hemp juga dapat dimanfaatkan untuk produksi pembuatan sabun, kosmetik, cat, pernis dan lain-lain. 
Minyak Hempseed juga dapat diolah menjadi sejumlah produk berharga lainnya seperti biodisel yang berguna sebagai bahan bakar. Dengan predikat Indonesia sebagai penhasil ganja terbesar nomer 6 didunia, mungkin ini bisa menjadi salah satu pilihan alternatif mengingat bahwa minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui kita pelan-pelan beralih menggunakan biodisel sebagai bahan bakar.
Serat alami yang terkandung pada batang ganja dapat digunakan untuk bahan tekstil seperti pakaian, kanvas, tali dan grade arsip. Bahkan komposisi fiber yang sebenarnya beracun (fiberglass) dapat digantikan penggunaannya dengan fiber yang terbuat dari ganja yang lebih aman dan tidak beracun.

Dari sekian banyak manfaat yang luar biasa dari tanaman ganja ini masihkah kina menafikannya?
Untuk itu mulai dari sekarang kita coba mulai merubah cara pandang dan pemahaman kita terhadap ganja. Mungkin langkah nyata yang harus kita lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang dan persepsi masyarakat yang dulunya mendapatkan informasi yang sifatnya mati atau tidak berkembang agar lebih mau terbuka terhadap informasi. jangan hanya lantas langsung membenci tanpa mau mamahami terlebih dahulu. Semuanya demi kemajuan negara tercinta kita ini, Indonesia. 



Sumber : 

32 komentar:

  1. kalo di luar negeri obat2an seperti ganja, heroin, itu ada yang diperbolehkan, dengan syarat tidak melebihi batas kadar yang di tentukan, info yang menarik kang, :D

    BalasHapus
  2. @Twicus, iya bener bgt. makasih komentarnya :)

    BalasHapus
  3. Kalo gasalah, ganja itu rempah2 bikin nasi padang gitu... CMIIW

    btw, semoga menang bang buat kontes ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada lebih dari 1 macam tanaman ganja dan tiap jenisnya memiliki kandungan yang berbeda, bisa jaddi ganja yang di jadikan rempah atau kudapan dalam makanan itu ganja yang berbeda dengan ganja yang di maksud :)

      Hapus
  4. Sebenarnya kalau mau diolah dengan cara yang profesional dan "tidak terlalu percaya mitos" Indonesia bisa menjadi negara yang kaya.

    Soal kasus ganja ini juga kalau diolah secara profesional bisa menghasilkan keuntungan yang besar (berdasarkan tulisan om Yono sendiri).

    BalasHapus
  5. artikel yang menarik,,,
    nice posting..

    BalasHapus
  6. wawasan ku terbuka karena ini, om :D
    daripada ladenin tembakau yang kebanyakan rugi nya, mending urus ini ganja deh :D

    BalasHapus
  7. Ternyata Manfaat ganja tak kalah sama efek jeleknya -___-

    BalasHapus
  8. ke Amsterdam dong, bole beli ganja legal (sampe bentuk permen loli pun ada :)
    dah gt kalo gamo beli tinggal jalan2 aj di sputaran Red Light District, bisa ngisep gratis krn udara disana butek sama org2 yg ngumpul dsitu buat madat.

    Amsterdam keren lah, surganya bad boys ...wkwkwk

    BalasHapus
  9. @ryan : nasi padang apanya '__'
    @farid : bener bgt rid (y)
    @yanto : makasih mas :)
    @reza : sip, tepat sekali ja
    @laini : manfaat ganja tak kalah sama efek jeleknya, SALAH. justru manfaat jelek itu gara2 cara pandang kamu udah terdokterinisasi sama berita yang kamu telan bulat2, saklek, gk berkembang, justru lebih banyak untungnya.
    @nontjes : ya, emang di belanda sudah legal, gara2 itu banyak negara yg menentang. tap itu lumayan sudah jadi langka nyata awal, dan negara lain mulai mengikuti jejak belanda. tapi gk cuma manfaatin ganja buat nyimeng doang.

    BalasHapus
  10. emang ganja itu sebenernya punya manfaat juga, tapi di indonesia kebanyakan disalah gunakan sih, malah jadi obat penenang bikin fly atau apalah itu, dosisnya juga berlebihan pula, jadinya orang terlanjur nilai negatif deh om :O

    BalasHapus
  11. permasalahannya adalah sistem hukum dan pengawasan terhadap peredaran ganja di indonesia sudah oke blm...???
    kalau tdk malah bisa berbahaya...
    tp ganja sayur katanya enak...
    bener ga...??/
    :P

    BalasHapus
  12. @dihas, bener bro, sistem hukumnya jg gk bener. emang di segala sektor jg harus di benahin, ganja sayur emang enak bgt katanya, di aceh orang2 pada makan itu

    BalasHapus
  13. Memang ganja itu baik untuk kesehatan. Ganja juga menjadi bumbu penyedap masakan padang. Namun, alangkah baiknya, penggunaan ganja tidak berlebihan. Karena segala berlebihan tidak baik bukan ?. Ini jika dilihat dari sudut pandang agama dan hukum. Semoga sukses ya. Mohon beri komentar pada tulisanku yang ini ya - Indonesia mendunia lewat Gamelan dan juga yang ini - Memanusiawikan Lingkungan Sungai Ciliwung dan Sekitarnya

    BalasHapus
  14. itulah bedanya ganja dan morfin atau alkohol... ganja tidak menyebabkan ketergantungan.. atau kematian.. mangkanya lebih baik ganja ketimbang morfin dan alkohol..

    ganja hanya sebuah selera, suka pake.. ga suka ya ga ngerugi'n.. beda ama rokok, nyatanya jd perokok pasif yang resikonya lebih berbahaya dari perokok aktif..

    silahkan pilih, mau mati atau lemot? "saya ga mau dua2nya" BAGUS! saya setuju.. itu hak anda, dan anda sama sekali tidak di rugikan oleh orang yg sedang meroko ganja.. karena peroko ganja merasa tidak nyaman jika merokok ganja hanya dia saja yang High... lebih baik mencari tempat lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai om arif :) sebelumnya maaf ya
      morfin mengakibatkan ketergantungan, morfin berasal dari getah opium. dan opium adalah bungan dari pohon ganja. jadi ganja dan morfin berasal dari 1 tumbuhan. aku kira om bisa nebak kelanjutannya :)
      dan alkohol itu jelas bgt berbeda, kandungan alkohol aja cuma ethanol dan sepengetahuan aku alkohol ga bikin ketergantungan :)

      Hapus
  15. indonesia fikirannya masi kuno,, tidak bisa berfikir dan sifatnya ikut ikutan, manggkanya ganja selalu di anggap negatif, dan korupsi dianggkap positif.

    BalasHapus
  16. indonesia fikirannya masi kuno,, tidak bisa berfikir dan sifatnya ikut ikutan, manggkanya ganja selalu di anggap negatif, dan korupsi dianggkap positif.

    BalasHapus
  17. yang menuliskan artikel ini berbasis pendidikan apa ya..? jangan-jangan basis pendidikannya teknik tapi menulis mencopas atau bahkan tidak tahu bahasa kesehatan lalu menuliskan artikel kesehatan. ckckck.. serahkan pada yg lebih ahli saja broo..

    semua bahan alam memiliki khasiatnya masing-masing bahkan tembakau dalam rokok pun memiliki khasiat bermanfaat yaitu menunda progres penyakit skizofrenia. dari sekian senyawa kimia yg terdapat dalam tembakau ternyata hanya 1 saja yg diduga memiliki manfaat terhadap penyakit skizofrenia. selebihnya merugikan kesehatan apa lagi jk dikonsumsi dg cara dibakar (merokok). coba bandingkan antara keuntungan dan kerugiannya, obat'pun jk efek sampinya lebih tinggi daripada manfaatnya maka obat tersebut tdk bisa diedarkan ke masyarakat. Salam Blogger

    BalasHapus
  18. @Aji, iya mas, basis pendidikan saya gk ada hubunganya sama kesehatan, beda sama mas Aji yg seorang apoteker yg (mungkin) paham betul soal obat-obatan. beda sama saya yg cuma orang Teknik mesin, mesin jahit :p
    tapi postigan ini cuma sekedar pandangan saya terhadap berita di situs VOA, dan tidak ngomongin soal rokok dan skizofrenia. mungkin mas Aji sudah OOT. sesuai judul postingannya "belajar memahami sebelum membenci ya mas :))

    BalasHapus
  19. Benar banget om yono..ganja itu damai,hbs isap ganja rasanya hati lbh tenang dan setelah itu bdn lemas,nafsu makan jd bertambah,tidur nyenyak dan bgn tidurnyapun segar..kalau di bandingkan dgn alkohol ganja jauh lbh bermanfaat,tp knp ya alkohol di perbolehkan tp ganja tdk,padahal manfaat dr minuman beralkohol itu 1 banding 10 di bandingkan dgn ganja.. efek samping dr mengomsumsi alkoholpun lbh tinggi drpd ganja,dan menurut ak ganja itu sangat bermanfaat sekali buat penderita HIV,supaya mereka lbh tenang setelah mengomsumsi ganja dan ga terlalu stres dgn penyakitnya,dan nafsu makan mrka jd bertambah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai om :) maaf sebelumnya
      kalo menilik dari kandungan kimianya, ganja lebih banyak dampak negatifnya di banding alkohol dan di indonesia ganja di legalin ko dan ada UU nya jg, TAPI hanya untuk penelitian dan pengembangan. Bukan untuk pengobatan ataupun konsumsi publik.
      kalo buat nafsu makan bertambah, kenapa ga minum sari kunyit? atau daun pepaya?
      stres pada ODHA kenapa ga di dukung dengan adanya keluarga, teman, sahabat? diberi suport lebih penting dari pada mengkonsumsi ganja yang bakal makin menurunkan kekebalan tubuh dia dan mengakibatkan komplikasi penyakit.

      Hapus
  20. iya bgt om bob asal ga rusuh & bener-bener di jaga.
    yang bikin salah dari dulu ampe skarang juga kan masalah penyalah gunaannya,

    BalasHapus
  21. iya bgt om bob asal ga rusuh & bener-bener di jaga.
    yang bikin salah dari dulu ampe skarang juga kan masalah penyalah gunaannya,

    BalasHapus
  22. setujuuuuuu ganja di ilegalkan ..............kalo masalah penyalahgunaanmah udah biasa , wong spirtus juga bisa disalahgunakan jadi bahan peledak......... ganja itiu enak bikin tenang kata om bob marley .... dia bilang ke saya katanya ...... piece .... piece ... piece man......damai tidak grusukan...... kayak alkohol.

    BalasHapus
  23. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4dd0a7d398ada/mengapa-alkohol-tidak-digolongkan-sebagai-narkotika?
    bisa klik link ini buat perbandingan

    BalasHapus
  24. Ceritaku .
    Sebagai skeptis lahir alami, saya menghabiskan waktu yang tak terhitung jumlahnya dan energi meneliti semua pilihan pengobatan yang tersedia selain dari apa yang onkologi saya direkomendasikan. Saya bertekad untuk menyembuhkan kanker saya, dan tahu ada sesuatu di luar sana setelah menyaksikan sejumlah orang yang tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan melanjutkan untuk hidup memenuhi bebas kanker. Selain membaca tentang Rick Simpson Oil, dan menonton Run Dari video Cure, saya juga berbicara dengan orang-orang yang telah benar-benar digunakan minyak, dan itu mengejutkan mendengar satu demi satu seberapa efektif obat ini benar-benar. Aku hanya tidak bisa percaya ada obat luar sana dan bagaimana salah itu adalah bahwa informasi ini tidak dibagi dengan publik! Pengobatan reginae: Saya memiliki toleransi yang cukup besar untuk ganja, jadi saya mulai dengan sebutir penuh beras jumlah berukuran minyak bukannya setengah butir. Saya secara bertahap meningkat dosis setiap malam sampai aku mencapai gram penuh setiap malam. Protokol standar untuk Rick Simpson Minyak menelan total 60 gram selama 90days yang 3 bulan, tapi aku punya 80 gram total untuk mengukur aman. Saya menggunakan kelebihannya sebagai perawatan kulit topikal, menyerang bintik-bintik cokelat terlihat pada wajah dan leher saya. 3 bulan kemudian, kanker saya dalam remisi penuh. Dalam waktu 4 bulan, saya bebas kanker dan secara resmi menerima tagihan bersih kesehatan dari dokter saya. Apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa mayoritas pengobatan saya menggunakan Simpson Oil Rick. Saya menggunakan beberapa obat mereka diresepkan, tapi itu dalam kombinasi dengan minyak. Saya gembira saya ingin terus berbagi dengan orang-orang yang mengalami apa yang saya pergi melalui bahwa ada benar-benar berharap dan obat di luar sana. Mereka hanya perlu proaktif dan agresif dengan pengobatan, tidak menunggu sampai terlambat. Dapatkan obat di pusat obat Rick Simpson via Email: ricksimpsoncannabisoils@outlook.com Selain menjadi seorang pejuang kanker yang efektif, ada beberapa efek samping yang bagus yang datang dari menggunakan minyak Rick Simpson, misalnya, saya tidak perlu lagi mengambil pembunuh rasa sakit. Hanya satu atau dua tetes minyak akan mengurangi rasa sakit dan membantu Anda tidur seperti bayi. Terbaik dari semua, yang alami, Terima kasih kepada semua staf di Amsterdam Taman yang membimbing saya sepanjang perjalanan ini. Kalian mengagumkan! A

    BalasHapus
  25. ternyata dibalik keburukan ganja ada jga efek baiknya ea bos..
    makasih infonya bos..

    BalasHapus
  26. Belajar Memahami Sebelum Langsung Membenci
    Kita mah ambil judulnya aja

    BalasHapus
  27. Perlu adanya revisi UU Narkotika agar pasien yang membutuhkan dapat menggunakan ganja non-tanaman (eg : cannabis oil). UU yg skrg melarang semua bagian dari tanaman ganja dan juga hasil produksi olahan ganja untuk digunakan sebagai pengobatan kesehatan seseorang. Tentunya cara mendapatkannya ya harus melalui prosedur yang ketat. Yang gw tebak sih biasanya prosedur dari rumah sakit trus rumah sakit meminta izin ke BPOM dan Mentri Kesehatan dengan pengawasan ketat dan berkala yg dilakukan oleh pihak rumah sakit, BNN dan BPOM.

    BalasHapus